Skip to main content

Cerita Malin Kundang

                                                         CERITA MALIN KUNDANG 

Malin Kundang adalah cerita rakyat yang berasal dari provinsi Sumatra BaratIndonesiaLegenda Malin Kundang berkisah tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu dikutuk menjadi batu.

Cerita rakyat yang mirip juga dapat ditemukan di negara-negara lain di Asia Tenggara. Di Malaysia cerita serupa berkisah tentang Si tenggang] yang berasal dari kisah lebih awal lagi pada tahun 1900 dalam buku Malay Magic yang ditulis oleh Walter William Skeat sebagai satu cerita rakyat berjudul Charitra Megat Sajobang. Cerita Si Tenggang pernah diterbitkan oleh Balai Pustaka, Jakarta pada tahun 1975 sebagai judul Nakoda Tenggang: Sebuah Legenda dari Malaysia.


KISAH MALIN KUNDANG 

Diceritakan bahwa Malin Kundang merupakan anak semata wayang yang tinggal bersama ibunya. Saat remaja, ia memutuskan untuk merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar. Di tengah perjalanan, kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan dirampas, sementara para awak kapal dan penumpang dibantai. Malin Kundang bersembunyi sehingga nyawanya selamat. Setelah terkatung-katung di laut, akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat, dan memulai kehidupan yang baru di sana. Berkat kegigihannya dalam bekerja, ia berhasil menjadi saudagar yang memiliki banyak kapal dagang beserta anak buah. Setelah menjadi kaya, Malin Kundang pun menikah.


Bertahun-tahun kemudian, Malin Kundang dan istrinya melakukan pelayaran, dan berlabuh di tanah kelahirannya. Ibu Malin menyaksikan kedatangannya. Sang ibu melihat bahwa saudagar di kapal sangat mirip dengan Malin Kundang. Ia mendekati kapal untuk memastikan ciri-ciri anaknya, dan semakin yakin setelah semuanya cocok, lalu ia berusaha untuk berbicara dengan Malin Kundang.


 Tetapi, Malin Kundang menjadi marah meskipun dia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu akan penampilan ibunya yang lusuh dan kotor. Mendapat perlakukan seperti itu, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia pun menyumpah anaknya, “Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu”. Saat Malin Kundang kembali pergi berlayar, badai dahsyat menghancurkan kapalnya. Lalu ia terdampar di pantai tanah kelahirannya. Setelah itu, tubuhnya perlahan menjadi kaku, dan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Kisah tersebut berlatar di pantai Air Manis (Aia Manih), di selatan kota PadangSumatra Barat.


LEGENDA BATU MALIN KUNDANG

Legenda Malin Kundang telah memberi inspirasi bagi sebuah karya seni di pantai Air ManisPadang.[4] Karya itu berbentuk pecahan kapal dan seseorang yang disebutkan sebagai Malin Kundang, dalam posisi tertelungkup di pesisir Pantai Air ManisKota PadangSumatra Barat. Bongkahan batu menggambarkan akhir hidup tokoh Malin Kundang, saudagar yang saat kedatangannya ke kampung halaman mendapat kutukan karena menolak mengakui ibunya.

Keberadaan Batu Malin Kundang telah memopulerkan Pantai Air Manis, tempat latar legenda sebagai salah satu daya tarik wisata di Padang. Relief pada Batu Malin Kundang sendiri dikerjakan pada tahun 1980-an, hasil karya Dasril Bayras bersama Ibenzani Usman.[4]


Comments

Popular posts from this blog

PENGAMATAN OBJEK MENGGUNAKAN MIKROSKOP

  • IPAFisika : Pengamatan Alat Optik (Mikroskop) sebagai penerapa konsep Pembiasan Cahaya. •IPA Biologi : Peserta didik mampu menggunakan mikroskop dan mengidentifikasi jaringan tumbuhan pada daun Rhoeo discolor • Prakarya-Informatika : Peserta Didik mampu membuat laporan dengan format yang sesuai dan menyertakan gambar serta video dalam tulisan yang dipublikasikan berupa blog. Dasar teori :  • Pembiasaan cahaya pada lensa cembung(mikroskop) : lensa adalah benda bening yang membiaskan cahaya dan kebanyakan itu lensa terbuat dari kaca atau engga plastik dengan 2 permukaan.Lensa juga mempunyai 2 permukaan lengkung & 1 permukaan lengkung dasar dan lensa juga dikelompokkan dengan 2 jenis yang berbeda yaitu lensa cembung dan lensa cekung, lensa cembung sendiri itu adalah lensa dengan bagian tengah tebal daripada bagian tepi.Cahaya yang datang pada permukaan lensa cembung pasti akan mengalami pembiasan. Berkas-berkas sinar datang akan dibiaskan dan berkas-berkas sinar biasnya p...